SEKOLAH KEDINASAN 2024 -

Hai Safira (Sahabat Indofira), kali ini mimin mau membahas tentang Sekolah Kedinasan. 

Adakah Safira yang ingin masuk Sekolah Kedinasan? Ketika sebagian kita ingin mengikuti seleksi masuk universitas negeri, sebagian lagi ingin mengikuti seleksi masuk Sekolah Kedinasan. Tapi apa yang dimaksud dengan Sekolah Kedinasan di Indonesia? Kalau Safira ingin tahu lebih banyak tentang Sekolah Kedinasan, lets go!


Pengertian Sekolah Kedinasan

Hampir setiap tahunnya, peminat Sekolah Kedinasan tak pernah surut. Sama seperti dengan pelaksanaan CPNS atau PPPK, jumlah pelamar atau calon mahasiswa baru di nyaris semua Sekolah Kedinasan tidak menyusut.Sekolah Kedinasan adalah perguruan tinggi negeri yang dikelola oleh instansi pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan. Instansi pemerintah terkaitlah yang mendanai sebagian atau seluruh biaya pendidikan di suatu Sekolah Kedinasan.

Sekolah Kedinasan dikenal juga sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK). Disebut sekolah karena sebagian besar nama PTK merupakan Sekolah Tinggi, seperti Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) atau Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). Kini, nama-nama Sekolah Kedinasan banyak yang berubah, misalnya Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) atau Politeknik Statistika STIS.


Perbedaan Sekolah Kedinasan dengan Non Kedinasan

So, PTK itu perguruan tinggi negeri. Trus, apa bedanya PTK dengan perguruan tinggi negeri lain, seperti Universitas Indonesia atau Universitas Gadjah Mada?

Seperti yang Mimin bilang tadi, perbedaannya terletak pada instansi yang menaungi. Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan berbagai perguruan tinggi negeri yang lain berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara itu, PTK dikelola oleh instansi terkait. Misalnya, PKN STAN dikelola oleh Kementerian Keuangan, sedangkan Politeknik Statistika STIS dikelola oleh Badan Pusat Statistik.

Perbedaan berikutnya terletak pada biaya kuliah. Ya seperti yang kita tahu selama ini, biaya kuliah di kampus negeri menjadi tanggung jawab tiap-tiap mahasiswa. Beasiswa yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hanya untuk mahasiswa yang memenuhi persyaratan seleksi.

Sedangkan biaya kuliah di Sekolah Kedinasan sebagian besar menjadi tanggung jawab instansi terkait. Mahasiswanya pun biasanya mendapat uang saku. Asik ya !


Dunia Perkuliahan

Berbeda dalam pengelolaan dan pembiayaan, tentu saja Sekolah Kedinasan dan universitas negeri berbeda dalam perkuliahannya. Namun perlu dicatat ya Safira, perbedaan perkuliahan itu sangat tergantung dari Kedinasannya masing-masing. Misalnya nih, Sekolah Kedinasan yang berbasis militer seperti Akademi Kepolisian, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan Akademi Militer memang menerapkan kurikulum yang lebih menekankan pada kedisiplinan. Perkuliahannya fokus pada pembentukan fisik dan karakter tahan banting, yang tentu saja berbeda dari perkuliahan di universitas-universitas negeri pada umumnya.

Demikian pula dengan Sekolah Kedinasan yang lain. Tiap-tiap PTK memiliki peraturan dan terikat dengan instansi yang menaungi dan mendanai biaya perkuliahannya. Intinya sih, perkuliahan di Sekolah Kedinasan memang lebih disiplin jika dibandingkan dengan universitas negeri secara umum. Masa sih? Hehehe. Mungkin secara fisik iya ya, kita harus dituntut bugar dan kuat pokoknya. Yang badannya ringkih harus berpikir ulang. Tapiii ingat, sikap disiplin itu kita yang menentukan ya bukan tergantung dimana kita mengeyam Pendidikan tersebut, dimanapun Safira belajar harus tetap disiplin dong demi meraih masa depan yang gemilang !


Beberapa Instansi Sekolah Kedinasan Populer

Selain Kementerian Keuangan dan Badan Pusat Statistik, seperti yang telah disebutkan di atas, masih banyak instansi pemerintah lain yang mengelola PTK. Beberapa diantaranya, termasuk Kemenkeu dan BPS, adalah berikut ini:

1. Kementerian Perhubungan: Sekolah Tinggi Transportasi Darat dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia

Ada dua sekolah kedinasan dibawah Kementerian Perhubungan, yaitu Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI). Bila STPI menjadi sekolahnya calon pilot, STTD menawarkan lebih banyak pilihan jurusan yaitu (1) D2 Penguji Kendaraan Bermotor (BKP), (2) D2 Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (LLASDP), (3) D3 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, (4) D3 Perkeretaapian, dan (5) D4 Transportasi Darat.


2. Kementerian Hukum dan HAM: Politeknik Imigrasi

Poltekim adalah sekolah kedinasan dibawah Kemenkumham. Di sekolah ini, pendidikan profesional kedinasan taruna berlangsung selama tiga tahun, diawali dengan Pendidikan Dasar Kesamaptaan bersama Korps Brimob dan/ atau Korps Marinir. Kemudian, setelah diwisuda dan mendapat Brevet Pejabat Imigrasi (PI), alumni Poltekim akan mengikuti Pendidikan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Pusat Pendidikan Reserse dan Kriminal Polri.


3. Kementerian Dalam Negeri: Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Sekolah kedinasan yang mendidik kader pemerintahan ditingkat pusat dan daerah ini memiliki dua fakultas, yaitu Manajemen Pemerintahan dan Politik Pemerintahan. Alumni kedua fakultas tersebut bergelar Sarjana Sains Terapan sesuai dengan program studinya masing-masing.


4. Badan Pusat Statistik: Politeknik Statistika Sekolah Tinggi Ilmu Statistika

Polstat STIS dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Ada dua program di sekolah kedinasan ini, yaitu D3 Statistika dan D4 Statistika. Lebih jauh, program D4-nya memiliki dua peminatan, yaitu Komputasi Statistik serta Ekonomi dan Sosial Kependudukan. Lulusan program D3 Polstat STIS bergelar Ahli Madya Statistik (A.Md.Stat.), sedangkan alumni program D4-nya bergelar Sarjana Terapan Statistika (S.Tr.Stat.).


5. Kementerian Keuangan: Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

PKN STAN memiliki program (1) D1 Pajak, (2) D1 Kepabeanan dan Cukai, (3) D1 Kebendaharaan Negara, (4) D3 Akuntansi, (5) D3 Pajak, (6) D3 Kepabeanan dan Cukai, (7) D3 Kebendaharaan Negara, (8) D3 Manajemen Aset, (9) D3 Penilai/ Pajak Bumi dan Bangunan, serta (10) D4 Akuntansi.


Prospek Kerja Lulusan

Salah satu keunggulan Sekolah Kedinasan dibanding kampus negeri pada umumnya adalah peluang Ikatan Dinas bagi lulusannya. Alumni PTK dengan Ikatan Dinas, atau lumrah dikenal sebagai Sekolah Ikatan Dinas, akan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada instansi yang menaunginya.

Beberapa Sekolah Kedinasan dengan Ikatan Dinas saat ini yaitu STIN (Badan Intelijen Negara), IPDN (Kementerian Dalam Negeri), PKN STAN (Kementerian Keuangan), Poltekim (Kementerian Hukum dan HAM), Poltekip (Kementerian Hukum dan HAM), Polstat STIS (Badan Pusat Statistik), STTD (Kementerian Perhubungan), STSN (Badan Siber dan Sandi Negara), dan STMKG (BMKG).

Sementara itu, alumni PTK non Ikatan Dinas akan memperoleh ijazah sama seperti alumni perguruan tinggi negeri dan swasta pada umumnya. Selain memiliki prospek kerja di luar instansi pemerintah, alumni PTK non Ikatan Dinas berpeluang menjadi ASN melalui tes CPNS.


Nah Safira, Gimana? Minat kah? Bagi Safira yang sejak awal sudah menantikan ikut pendaftaran Sekolah Kedinasan. Semangat ya, terus berlatih baik secara materi maupun fisik supaya siap seuntuhnya untuk menjadi bagian dari Sekolah Kedinasan.